solat
Monday, 5 October 2015

Mengajarkan Sholat Pada Anak Usia Dini

Faridah, S.Pd.I. – TK Islam Nurul Iman

 

Sholat adalah tiang agama. Fungsi tiang bagi sebuah bangunan adalah menjadi komponen yang sangat penting, agar bangunan tersebut tidak mudah roboh. Ini menggambarkan betapa shalat memegang peranan penting dalam membangun kehidupan berkeluarga karena sholat sendiri merupakan amalan yang sangat penting dibanding amal ibadah lain. Dengan begitu, jika dalam sebuah keluarga ada anggota keluarga yang tidak menegakkan sholat, maka kemungkinan besar penegakkan nilai-nilai agama tersebut akan rapuh. Maka dari itu pastikan bahwa seluruh anggota keluarga menegakkan shalat dengan baik, dan sangat dianjurkan untuk membiasakan sejak dini pribadi Muslim untuk mengerti dan paham tentang sholat, bahkan akan lebih bagus lagi jika anak sudah diajarkan tata cara sholat sejak masih usia dini.
Berikut ini beberapa kiat mengajarkan sholat kepada anak sejak dini:

  1. Membiasakan kepada anak untuk melibatkan dalam setiap aktifitas sholat kita, minimal dengan mendengarkan suara ajakan sholat, kemudian membawanya untuk duduk di samping tempat kita sholat.
  2. Ketika anak sudah mulai berdiri dan bisa berbicara, latih anak untuk berdiri sholat di samping kita, dan ajak untuk mengikuti bacaan dan gerakan sholat kita, kalau dia belum mau mengikuti tidak usah dimarahi, biarkan saja untuk duduk dan melihat sholat kita, secara otomatis dia akan memperhatikan dan merekam tanpa sadar apa yang kita baca dan kita gerakkan. Ajak perlahan-lahan anak untuk mengikuti bacaan mulai dari bacaan Al-Fatihah karena bacaan ini yang minimal harus dibaca oleh seorang yang sedang berlatih sholat, maka target bacaan pertama yang harus diajarkan untuk dihafal anak dalam rangka menegakkan sholat adalah bacaan Al-Fatihah. Baru setelah itu beranjak mengajarkan bacaan-bacaan lainnya.
  3. Konsisten dan continue, dalam mengenalkan dan mengajarkan tata cara sholat kepada anak usia dini. Melatih gerakan dan bacaan sholat pada anak usia dini harus berulang-ulang, semakin sering anak mendapatkan stimulasi tentang gerakan sholat dengan bacaannya semakin sering dibaca dan didengar setiap hari, maka semakin cepat anak-anak untuk hafal bacaan-bacaan dan gerakan sholat tersebut. Mengajarkan gerakan dalam sholat secara bertahap, misal dalam tahap awal, fokus memperhatikan dan memastikan sedekap tangan anak sampai benar, sebelum beranjak ke gerakan lain. Perhatikan hasil latihan ini misalnya untuk jangka waktu 1 sampai 3 bulan baru selanjutnya fokus mengajarkan gerakan lain. Lakukanlah semua latihan dengan enjoy dan tidak dipaksakan.
  4. Memberikan pujian saat anak sudah mau melaksanakan sholat sesuai arahan kita, misalnya dalam tahapan ini kita mentargetkan anak hafal Al-Fatihah, maka ketika anak sudah hafal, kita berikan ungkapan bahagia dan kagum kepadanya untuk menambah semangatnya dalam mengerjakan sholat.
  5. Menjadi teladan bagi anak-anak, ketika melakukan kegiatan sholat di sekolah maka gurulah yang menjadi panutan bagi anak-anak didiknya, akan tetapi ketika di rumah maka orang tuanyalah yang menjadi panutan bagi anak-anaknya. Dalam hal ini, orang tua haruslah menjadi suri teladan yang baik bagi sang anak dengan senantiasa melakukan hal-hal baik dalam lingkungan keluarga.