Tahfidz-I
Tuesday, 3 March 2015

Anak Menghafal AL-QUR’AN, Orangtua Meraih Kemuliaan

Faroukiyah Mustika, ST

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS. al-Qamar:17)

Maha suci Allah, yang telah menciptakan kitab suci untuk kita; muslimin dan muslimat. Adanya ia yang menjadi pedoman, menjadi pembelajaran, pun menjadi kekuatan dalam hidup.

Telah termaktub firmanNya yang menjelaskan, memaparkan bahwa Al-Qur’an adalah kalamNya, adalah petunjuk bagi setiap hambaNya yang mau berpikir dan mengertiserta mengambil setiap buih pelajaran.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami pula yang akan benar-benar memeliharanya. (QS Al-Hijr [15]: 9)

Maha suci Allah yang memudahkan ayat-ayatNya untuk dihafalkan, dipelajari, diamalkan, dan di pahami. Maka, menjadi tugas para ayah dan ibulah kewajiban suci ini ditunaikan; untuk mendidik generasi qurrota a’yun nya, menjadi generasi qur’ani, menjadi generasi yang mempelajari alqur’an dan mengamalkan di kehidupan duniawi yang saat ini terlihat begitu kejam dan liar. Karena Al Qur’an adalah benteng penguat; untuk jiwa yang taat. Karena Al Qur’an adalah pedang pelindung; untuk jiwa yang dengan mengingatNya mereka bersenandung. Karena Al Qur’an adalah pakaian iman; untuk jiwa yang selalu berpegang teguh pada kebaikan.

Jika orang tua berpikir; tiada manfaat anaknya menghafal, tiada guna anaknya belajar agama, tiada penting anaknya berserah diri didalam syariat islami. Bukankah kekasihNya yang bergelar Al- Amin telah bersabda penuh kasih dan cintadalam hadits di bawah ini mengenai keutamaan menghafal Al-Qur’an:

Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda: “Penghafal Al-Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al-Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al-Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al-Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan”

[HR. Tirmidzi, hadits hasan (2916), Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih]